Zuhdi Family Pamulang
Z u h d i ~ f a m i l y

February 10, 2012

Kok bisa Kuliah di LN? (part 2)
by Muhammad Zuhdi on Saturday, October 23, 2010 at 11:25pm ·


Satu ketika di tahun 1997, saya mendatangi pameran pendidikan Australia di salah satu hotel di Jakarta. Pameran itu diikuti oleh berbagai perguruan tinggi Australia yang mencoba menarik anak-anak muda Indonesia untuk belajar di sana. Masing-masing stand menyampaikan informasi verbal, textual bahkan visual tentang kuliah di negeri Kanguru. Saya mengumpulkan brosur berbagai universitas yang memiliki jurusan yang saya minati. Setiap melihat prospectus-prospectus dan brosur-brosur tersebut, imaginasi saya melayang hingga ke Australia.

"Beruntung sekali anak-anak Indonesia yang bisa kuliah di sana... Fasilitas lengkap, profesor yang mumpuni, layanan ramah dan membantu, dan yang terpenting: pengalaman yang berbeda dari kuliah di tanah air. Oh iya satu lagi, pasti Bahasa Inggris mereka makin lancar."

Salah satu stand yang saya datangi membuka pendaftaran di tempat. Caranya tinggal mengambil buku profil yang tersedia dan isi formulir di situ, nanti bagian admission akan menghubungi. "Sebuah strategi pemasaran yang inovatif...!!"Saya teringat saran dari salah satu teman yang telah lebih dulu ke Australia, Nadirsyah Hosen (sekarang Prof.). Katanya, akan sangat menguntungkan kalau kita sudah punya kontak di salah satu universitas di Australia, apalagi jika sudah ada komunikasi dengan profesor di sana. Tentu peluang kita untuk kulaih di sana semakin besar.

Saya merasa ini adalah peluang untuk memulai kontak dengan salah satu universitas di Australia. Lalu sayapun mengisi formulir dan langsung mengembalikannya ke stand universitas tersebut. Menurut petugas, nanti akan dikenakan biaya pendaftaran AUS$100, tapi itu bisa menyusul. Saya memilih yang menyusul aja, kan ngga punya $. Melihat bentuknya aja belum pernah.

Selang beberapa minggu, saya menerima surat dari admission UNSW (University of New South Wales; universitas yang saya maksud). Saya diminta melengkapi persyaratan-persyaratan administrasi, seperti transkrip nilai, nilai TOEFL atau IELTS, dan uang pendaftaran $100, dan beberapa persyaratan lain. Lalu saya mengirimkan syarat-syarat yang diperlukan, kecuali uang pendaftaran, karena saya ngga tahu gimana cara bayarnya, dan juga sayang kalo ngga jadi. Saat itu TOEFL saya sekitar 520an.

Pada saat yang tidak jauh berbeda, saya juga mendaftarkan diri ke program beasiswa AusAID. Info AusAID ini saya peroleh di kampus, lewat surat edaran yang ditempel di papan pengumuman. Dengan semangat 45 saya mendaftar dengan melengkapi persyaratan, seperti formulir, transkrip nilai dan rekomendasi dua orang dosen senior.

Alhamdulillah, saya lulus pada seleksi administrasi, dan berhak mengikuti interview. Tentu saja saya excited dan sekaligus nervous. Beberapa waktu menjelang interview itu, saya juga menerima surat dari UNSW yang bertajuk conditional offer letter. Surat ini menambah kepercayaan diri saya untuk mengikuti interview. Karena kabarnya donor akan senang kalau calon penerima beasiswa sudah punya universitas yang akan menerima. Terkadang ada penerima beasiswa yang belum ada kontak dengan universitas manapun, begitu dapat award ternyata tidak ada universitas yang bisa menerima karena berbagai alasan.

Pada saat interview saya ditanya berbagai hal tentang minat pada bidang studi yang saya pilih, mengapa itu penting, apa yang dapat saya lakukan, dan yang terpenting adalah kontribusi apa yang bisa saya berikan ketika selesai studi nanti. Tentu semua itu saya jawab dengan segenap kemampuan yang saya miliki, sambil tak lupa sesekali memperhatikan "bahasa wajah" interviewers (3 orang). Kita kan bisa lihat reaksi orang yang senang (atau tidak senang) dengan jawaban kita. Jika wajahnya belum senyum, tentu saya akan tambahkan dengan jawaban yang kira-kira akan memuaskan penanya. Di akhir interview, saya ditanya, "is there anything else you would like to say?"
Dalam hati: "Ini pertanyaan yang saya tunggu-tunggu..."
Langsung saya keluarkan surat sakti dari UNSW yang menyatakan bahwa saya diterima dengan melengkapi persyaratan tertentu. Copy surat itu diterima salah seorang interviewer dan langsung disimpan dalam file wawancara saya. Selain seleksi administrasi dan wawancara, ada juga tes IELTS, tetapi bukan bagian dari proses seleksi, melainkan placement test untuk pre-departure training.

Setelah itu, waktu menunggu pun tiba. saat itu saya sudah diterima sebagai staf administrasi di bagian akademik di Fakultas Tarbiyah. Sebagai pegawai baru, tentu saya sibuk dengan rutinitas sehari-hari dengan kewajiban ngantor 6 hari seminggu. Bersyukurnya ada dosen yang mempercayai saya membantu beliau mengajar. Ketika itu saya mengasisteni Prof. Salman Harun yang mengajar mata kuliah Tafsir. Senang sekali bisa jadi staf administrasi tapi juga dapat tugas mengajar, sekaligus bisa belajar dari Prof. Salman Harun.

Di bulan Februari 1998, saya menerima surat dari AusAID. Saat-saat yang paling menegangkan adalah ketika membuka surat tersebut, apakah diterima atau gagal. Menurut pengalaman beberapa teman, kita hanya harus melihat kalimat pertama dari surat itu, apakah berbunyi: " Dear Mr. Zuhdi, I regret to tell you that...." kalimat berikutnya menjadi tidak penting, karena itu berarti kita tidak beruntung, atau berbunyi: "Dear Mr. Zuhdi, congratulations..." kalimat berikutnya menjadi sangat menarik, karena memberikan janji-janji yang akan segera menjadi kenyataan. Alhamdulillah setelah dibuka ternyata surat itu diawali dengan kalimat yang kedua.

"Australia... here I come...!!"

|


Kok bisa kuliah di LN ? (part 1)
Muhammad Zuhdi on Saturday, October 23, 2010 at 6:49am ·


Karena banyak yang bertanya bagimana cara saya pernah mendaptkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri, maka saya akan mencoba menuliskan pengalaman hidup saya soal yang satu ini.

Semenjak lulus Madrasah Aliyah (setingkat SMA) di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi, saya punya keinginan untuk kuliah di luar negeri. Kabarnya lulusan Al-Masthuriyah di masa lalu bisa memperoleh beasiswa di Al-Azhar Kairo, tetapi tradisi itu terputus sehingga sulit untuk memperolehnya kembali. Ada kawan saya, Daden AMS, yang punya niat serupa dan harus mengikuti tes dulu di Departemen Agama.

Ayah saya (alm.) sangat ingin mewujudkan keinginan saya tersebut dan membicarakannya dengan tokoh-tokoh yang beliau kenal, sekaligus minta pendapat. Yang saya ingat beliau pernah mendiskusikan ini dengan Habib Syekh Al-Jufri dan K.H. Sholeh Jailani (alm.). Singkatnya beliau ingin agar ada anaknya yang kuliah di luar negeri. Tetapi K.H.Soleh Jailani menyarankan agar sebaiknya kuliah di Jakarta dulu hingga selesai, baru nanti S2 di luar negeri, krn banyak yg kuliah S1 di LN, tapi ngga selesai, akhirnya tidak memperoleh apa-apa. Walhasil, karena memang belum ketemu jalannya dan ditambah dengan saran dari ustaz, maka keinginan saya kuliah di luar negeri tertunda.

Akhirnya saya kuliah di IAIN Jakarta di Jurusan PAI. Saya menilai prestasi saya selama kuliah biasa-biasa saja, tidak terlalu menonjol tetapi juga tidak memalukan. Di samping itu, saya juga bukan aktivis kampus, sehingga tidak banyak kenal senior-senior yang sudah melanglang buana lebih dulu. Tapi selesai kuliah S1, keinginan untuk kuliah ke luar negeri muncul lagi.

Kesempatan mulai terbuka ketika saya ikut program pembibitan calon dosen. Thanks to Pak Quraish Shihab, saya dan beberapa teman bisa memperoleh keterangan lulus dan bahkan copy ijazah sebelum wisuda, sehingga saya bisa daftar ikut program cados itu. Di situlah saya dipertemukan dengan teman-teman saya yang hebat-hebat dan imajinatif dari seluruh Indonesia. Kami semua (40 orang) punya mimpi yang sama, yaitu kuliah di luar negeri. Tentu di negara yang kualitas pendidikannya lebih baik di banding Indonesia.

Ketika diterima di program cados, saya masuk dalam kelompok Bahasa Arab di bawah asuhan Dr. H. Akrom Malibary. Kelompok ini terdiri dari 20 orang lulusan IAIN se-Indonesia yang ditraining berbahasa Arab untuk dapat mengikuti kuliah di negara-negara berbahasa Arab. Kelompok lain adalah kelompok Bahasa Inggris (juga 20 orang) yang lebih ditekankan untuk kuliah di negara-negara Barat. Namun demikian kelas kami juga diajarkan Bahasa Inggris dan TOEFL, meskipun tidak intensif. Di samping itu, saya dan seorang karib, Muhsin Mahfudz (IAIN Makasar), sering belajar di luar kelas, berlatih mengerjakan soal-soal TOEFL, karena yakin ini adalah salah satu alat untuk mendapatkan tiket sekolah di luar negeri.

Selain belajar, kami juga mengerahkan segala kemampuan untuk mendapatkan informasi mengenai beasiswa di luar negeri. Di cados ini, informasi mengenai beasiswa mengalir dengan cukup kencang. Sayangnya, di kelas Bahasa Arab, informasi beasiswa tidak sederas kelas Bahas Inggris. Sejauh yang saya dan teman-teman terima, informasi studi lanjutan di negara-negara Timur Tengah datang dari Saudi Arabia dan Mesir. Menurut kabar, untuk memperoleh beasiswa studi S2 di Saudi cukup sulit jika yang bersangkutan memperoleh gelar S1 dari Indonesia, entah apa alasannya (saya sendiri tidak mengecek kebenaran kabar ini). Sementara beasiswa ke Mesir ternyata diperuntukkan untuk fakultas-fakultas tertentu, yaitu: Syari'ah, Da'wah, Ushuluddin, dan Adab. Sayangnya (atau mungkin beruntungnya?) tak ada peluang buat lulusan Tarbiyah seperti saya. Ketika beberapa orang teman dari fakultas-fakultas di atas berangkat ke Al-Azhar, saya pun masih harus bersabar untuk mencari (catat: sabar mencari bukan sabar menunggu) kesempatan lain.

Setiap pengumuman mengenai beasiswa tak luput dari perhatian, bahkan mendatangi berbagai pameran pendidikan manca negara pun saya lakoni. Walaupun kadang ada rasa minder, karena biasanya pameran pendidikan diadakan di hotel-hotel berbintang atau tempat-tempat eksklusif di Jakarta, saya nekat aja. Cari informasi sebanyak-banyaknya, sambil mengumpulkan brosur dan tanya-tanya jikalau ada peluang mendapatkan beasiswa. Entah berapa program beasiswa yang saya isi dan kirimkan formulirnya.

Di samping itu, persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan pun pelan-pelan saya lengkapi. Sebut saja Tes TOEFL di LIA, menterjemahkan ijazah dan transkrip ke dalam Bahasa Ingris, dan membuat proposal tesis sederhana, hingga mendatangi Doktor lulusan luar negeri dan guru besar yang saya kenal untuk minta rekomendasi. Hal lain yang juga saya lakukan adalah sering berkunjung ke British Council Library di Senayan, sekedar untuk membiasakan membaca buku-buku berbahasa Ingris yang up-to-date.

To be continued...

|


February 05, 2012

Lomba Renang di Al Fath Festival di Al Fath BSD


Hari ini Izza ikut lomba renang dalam rangka ulang tahun Al Fath ke 11 di Al Fath BSD. Jam 8 udah harus ngumpul di lokasi. Pagi pagi nya dia keliatan gak fit banget, sepertinya batuk berdahak. Memang minggu lalu dia juga panas, padahal minggu lalu ada try out kolam renang. Yah udah lah gak ikut, masak demam mau nyebur juga. Tapi kalau ditanya, udah ya kaka gak usah ikut dulu, kan kakak sakit. Hem .. mana mau dia .. sama kejadiannya kayak minggu lalu waktu dia ikut lomba bahasa inggris 3G di sekolah, biar demam, tapi gak mau gak masuk. Jadi aku mengawal .. sambil bawa obat penurun panas.

Berhubung jam 8 sudah harus sampai di lokasi, jadi grup pengantar dipecah dua. Kakak dan papa berangkat duluan. Hal ini untuk memberi kesempatan Raisa yang belum sarapan. Setelah itu, baru deh kita nyusul by Ojek. Wah untung lah kita naik ojek, tadinya kan papa mau mondar mandir. Ternyata jalanan sudah macet dari pamulang 2 samapi ciater. Apalagi kalau bukan gara gara jalan rusak di ciater. Setelah itu lumayan lancar. Naik ojek jarak jauh begini Alhamdulillah Raisa gak rewel. Dia enjoy liat pemandangan. Bahkan ada kejadian waktu kita lewat Nusa Loka, pas ada kereta api lewat, jadi kita bisa liat sampai tuh kereta ada diatas jembatan dan kita ada dibawahnya ...

Alhamdulillah sesampainya disana, kakak Izza belum dapat giliran. emang lama banget. Karena kan yang mulai cowok dulu kelompok umur 7-8 gaya bebas, terus KU 7-8 cewek, terus cowok KU 9 - 10 baru deh kakak KU 9 - 10 cewek. Terus masih nunggu lagi untuk gaya dada. Alahamdulillah sih semua itu bisa beres sebelum jam 12, soalnya kalo yang ikut gaya punggung mesti nunggu sampe sesudah jam 1 siang

Kalo ngebandingin dengan suasana lomba tahun lalu, yang kali ini peserta dari sekolah lain lebih bervariasi. Rata rata memang kiriman dari sekolah lain itu yang emang udah jagonya, karena kan untuk ikut lomba ini harus bayar kalo peserta dari sekolah lain. Kalo anak Al Fath di audisi sama Mr Henri, siapa yang masuk kecepatan minimal boleh ikut tanding tanpa harus bayar. Makanya banyak peserta dari Al Fath .. ya iyalah ..

Yang paling berat buat kakak Izza tuh waktu start lompat. Kalo di kolam renang Al Fath Cirendeu belum ada tempat lompatnya, makanya gak pernah latihan lompat. Padahal waktu try out dia gak dateng. Dan soal teknik nya dia gak terlalu tau juga, pokoknya ya lompat, kadang dia bilang dadanya sakit. Soal hasil, untuk tahun ini kakak posisi nya untuk gaya dada KU 9 - 10 25 meter putri adalah 26/56 kalau gaya dada 20/40. Not bad tengah tengah. Kalau tahun lalu memang dia secara posisi lebih bagus, yaitu 14, tapi kalau dari kecepatan bagus yang sekarang. Apalagi dulu masih pake istirahat di tengah lomba, nafas dulu, baru lanjut lagi, kalo sekarang langsung 25 meter tanpa jeda, tapi keliatan menjelang garis finish dia berkurang kecepatannya .. So far dikeluarga kita dialah pememang kalo soal renang, karena yang laen belum beres berenangnya .. bravo kakak proud of you

|


January 23, 2012

Celebrating At America First Anniversary


Hari Minggu lalu kita ke @AtAmerica untuk nonton Puppet Shownya Jalan Sesama. Kebetulan juga sekalian At America nya ulang tahun yang pertama. Sebetulnya, awalnya kita gak ada rencana kesana. Soalnya kan At America itu jauh, jauh dariii Pamulang gitu .. kalau acaranya jam 10 pagi, artinya kita mesti siap berangkat dari rumah jam 8 pagi .. nah bisa gak tuh ... Tapi ternyata papa dapat kabar kalau Dubes AS nya mau dateng hari itu pagi pagi, so .. ya udah lah meluncur lah kita pagi pagi ke PP.

Waktu itu PP masih sepi juga, karena belum jam 10, tapi kita udah bisa nemuin banner atau poster acara jalan sesama dimana mana. Dan sesampianya di At America kru nya jalan sesama dan para bule bule sudah berdatangan. Pemeriksaannya lumayan ribet. Gak boleh bawa tas, cuma kamera dan hp aja. Padahal waktu itu Raisa lagi batuk, jadi kalo mau minum kita harus keluar lagi. Kalo mau pipis juga gitu, harus keluar dan diperiksa lagi pake detector huihhh

Setelah menunggu beberapa saat, acara dimulai, straight to the point. Ujug ujug ada elmo dan putri di stage dan juga mr ambassador , Mr Scot Marciel. Mereka ngobrol ngobrol sebentar. Terus lanjut dengan kegiatan keluarga, seperti bikin kreativitas dengan playdough dan menggambar. Satu keluarga dapat satu play dough warna warni. Raisa menguasai, jadi minta satu lagi. Kakak dan mama bikin kue ultah dengan angka satu diatas. Raisa gak fokus mau bikin apa, semua dicampur campur. terus menggambar. Kakak masih suka gambar kue ultah, kalo Raisa mencoret coret warna warni. Setiap anak yang menggambar diminta maju kedepan menceritakan apa yang digambar. Waktu kakak sih aman, dia bisa cerita apa yang digambar, waktu Raisa ditanya, dia bilang, gak tau deh... yah tapi malah pada bikin penonton ketawa.

Setelah itu lanjut dengan pertunjukan puppet show yang emang udah ditunggu tunggu. Sempat mundur mundur juga karena belum siap, jadi waktu diisi oleh kak jambul. Anak anak diajarin lagu nama nama hari. Anak anak juga diajak maju ke depan. Raisa gak mau manju, dia sudah mulai ngantuk karena sudah jam 12 an. Anak anak juga dikasih balon merah dan putih dari At America. Ah akhirnya tuh boneka muncul juga. Perut mama juga sudah tereak tereak ...

Setelah itu kita keluar dari ruangan. Rupanya gak bisa langsung makan juga. Terpaksa Raisa ngedot di lantai di luar At America. Baru deh setelah papa selesai urusannya kita makan di foodcourt nya PP apa tuh namanya lupa .. raisa gak jadi ngantuk, tapi belum mau makan. Setelah sholat, kita nyari roti buat raisa, eh ketemu weni, temen kuliah. Terus balik lagi ke At Amerika. Papa mesti masuk lagi. Ya udah, raisa makan lagi di lantai emperan At Amerika karena gak ada kursi. Lahap juga dia makan rotinya, aduh bule banget sih kamu .. selagi makan dia sempat di potret potretin sama tante Intan .. yah nasiib jadi boneka ..he..he..

Sebetulnya masih pengen jalan jalan di PP, lha kesini kan juga jarang jarang. Tapi mesti pulang gara gara mobil panther biru yang dulu kita pake, kuni mobilnya hilang. Si mobil terparkir di parkiran PP. Berhubung kita kemungkinan masih punya kunci cadangannya, jadi kita diajak booyongan pulang untuk nyari tuh kunci barengan sama orang dari Indigo. Yahhh begitulah ...mari pulang marilah pulang ..

|


October 25, 2011

Kenapa Masih Tinggal di Pamulang ??


Akhir akhir ini area Pamulang makin macet. Penyebabnya diantaranya banyak perbaikan jalanan yang gak selesai selesai. Dari jaman izza kelas 3, sampai sekarang udah kelas 4 belum rapi juga. Kalo hari biasa, biasanya macet jam berangkat dan pulang sekolah, selebihnya agak mending. Kalo hari Minggu dan Sabtu .. gak tentu.. Terus selain itu, perumahan juga makin banyak, dan mobil (apalagi motor) juga makin banyak. Memang kalo tinggal di Pamulang enak pakai mobil atau motor pribadi. Angkot sih banyak. Hanya kalo mau cepat memutuskan jalur alternatif misalnya, mau lewat Ciputat, Bintaro atao Serpong, lebih gampang kalo pakai mobil atau motor. Kalo pake angkot kan harus patuh pada jurusan, keculai angkotnya dicarter.

Sebagai orang yang hobby melihat rumah contoh, aku jadi makin tahu banyak perumahan, model modelnya dan juga harganya. Kadang kepikiran, mau geser dikit ke arah Ciputat karena mz kerjanya di Ciputat. Tapi maen ke arah sana, yang banyak town house, yang rumahnya imiut imiut dengan harga aduhai. ya iyalah harga tanahnya makin mahal. Kadang mz udah mulai terpengaruh ingin tahu juga bagaimana harga pasaran properti di Ciputat, Dia suka bilang coba liat liat harga rumah ya (baca liat doang ... gak bakal beli besok juga secara kreditan rumah yang dipamulang belum kelar hi..hi...) .. Atau kadang aku ngiler juga punya rumah di kompleks dosen UI ha..ha.. mengkhayal nya gak tanggung tanggung. Gile aja LT nya bisa 300-500an per rumah terus model bangunannya kan kayak rumah eyang ku di Jogja . .. tetangga annya kebanykan sama eyang eyang. Cuma jarang ada yang jual, dan kalo dijual harganya ..jangan ditanya deh, takut pingsan bacanya.. he..he..

Berhubung sudah ada pengalaman bangun rumah, jadi kalo ketemu sama marketingnya town house atau residnece2 itu, aku bisa enak ngobrol. Kalo dari segi lokasi, ya iyalah emang lebih strategis, dengan catatan kalo kantornya di Ciputat dan kita mau ke tol pondok indah. Tapi kalo udah mikirin, duh kok dapurnya deket banget ya sama ruang keluarga, terus kecil .. duh kok kamar anak cuma segini ya .. duh kok taman belakangnya cuma basa basi ya he..he.. terus waktu mz tanya, bagaimana rumah di Ciputat .. aku bilang yah lumayan pa ... LT 96 dan LB 113 "cuma" 800 jutaan tuh he..he..(enaknya bilang cuma 800 juta tanpa beban ..).. Terus hari senin depan mau naik lo harganya he..he.. Fenny Rose dari Agug Sedayu banget nih ..Tapi aku masih mikirin, dimana kamu mau taro buku buku kamu yang banyak itu ya bisa bisa rumah nya mesti ditingkat 4 he....he... dan emangnya Ciputat gak macet apa .. itu mah terkenal dari dulu .. kalo Ciputat macet kan biasanya kita masuk tol BSD ..seketika kita bersyukur, tinggal di Pamulang, kita masih bisa punya halaman belakang yang cukup luas ... (tetangga malah punya kebon rambutan segala ..mantapp kan..)

Tapi itu gak menghentikan hobby ku untuk liat liat rumah. Kadang maen juga ke Serpong. Wuih .. asik banget ya BSD, kalo bikim cluster baru kan satu paket sama pohon pohon dan lingkungannya. Sales BSD nya sampe sudah tahu nomer HP dan email ku, dan mengirimkan brosur dan info terbaru. Enak emang sudah tertata rapi. Harganya juga makin melangit tapi memang rumah yang ditawarkan relatif besar, sempet ngiler juga tuh. Apalagi cluster cluster baru lokasinya bener bener center dekat universitas2 terkenal dan perkantoran yang baru dibangun disana. Mal mal mentereng dan juga perkantoran. Atau kadang ngiler juga dengan lokasi yang dekat dengan Mesjid Al Azhar... Atau cari rumah seken di BSD, jadi secara lokasi dapat tapi harga lebih miring. Tapi setelah dipikir pikir .. lokasi kegiatan kita tuh kan gak di BSD, contohnya mz, kan kantornya di Ciputat, kalo ke kantor kan gak bisa naek kereta atau feeder bus ke Ciputat ..he..he.. mesti tol tolan, mana sekarang tol nya juga naik terus. Belum lagi bensin juga kan bayar gak gratis .. Terus dengan peraturan baru, truk gak boleh lewat tol dalam kota, dan lewat jalan raya serpong, maka kenikmatan tinggal di serpong lumayan berkurang, karena keluar dari cluster mau ke ITC BSD aja misalnya, harus bertarung dulu dengan truk truk segede gede bagong. Termasuk kalo lewat tol serpong - simatupang .. bener bener mesti extra hati hati saat ini.. karena banyak truk, serasa udah kayak tol merak - kebun jeruk .. Nah kalo wiken, truk emang gak boleh lewat, tapi penduduk serpong yang bertambah banyak juga pada keluar ke jalan .. bener bener .. emang merata bener macetnya. Nah tapi kalo mau naik kereta pas jam berangkat atau pulang kantor, emang sekarang paling mending naik dari stasiun serpong atau rawa buntu, masih bisa masuk (bukan duduk), kalo udah sampai sudimara, orang orang sudah mulai sesak napas di dalam. Emang pemerintah keterlaluan, orang udah bela belain tinggal jauh, tapi gak didukung dengan transportasi yang nyaman

Namun Tapi demikian kita memang sering banget ke BSD, paling enggak satu kali seminggu, misalnya buat nonton .. kan di Pamulang belum ada bioskop, biasanya ke Blitz Teras Kota .. juga ada FO favorit yaitu FO Premium, dan toko bahan kue di Pasar Modern. tapi masih belum perlu tinggal di BSD saat ini, cukup jadi tetangganya saja, he..he... kalo soal dekat mesjid, nah apa kurangnya sekarang di cluster kita ada mushola dan keluar cluster ada Masjid Raya Al Kautsar .. (cuma tinggal meningkatkan niat ke mesjidnya aja he..he..) kalo mz mau ke Ciputat, tinggal pilih, lewat jembatan, lewat pondok cabe, atau mblusuk mblusuk lewat nerada ... Lama lama tinggal di Pamulang survive juga, tau jam jam kapan yang gak boleh lewat jembatan, atau kapan sekolah ini pulang dll. Dan kita bersyukur lagi tinggal di Pamulang

Nah laen cerita lagi kalau ngumpul sama orang tua teman teman Izza di Al Fath yang rumahnya rata rata di Legoso, Ciputat atau Cirendeu. Suka pada bilang, udah cari rumah disini aja ... Mulai deh liat liat perumahan baru di Cirendeu .. dan memang hobby.. wah enak nih kalo Izza sekolah, berangkat jam 7.30 juga nyampe .. tinggal jalan kaki .. gak telat .. Tapi pas liat harga dan luas bangunannya .. mulai merasa aduh.. kalo mau sama luasnya seperti di pamulang sih mesti ambil dua kapling, kita kan sudah terbiasa bisa maen bola dalam rumah (baca belum punya perabotan he..he..). Dua kapling artinya kan harganya dua langit . Nah tapi ternyata ada pula sisi cerita yang lain dari orang tua murid yang tidak aku duga sebelumnya. Kata ibu ibu, mereka kalo ambil les seperti musik (Purwa atau Elfa's), EF (kecuali Kumon ada di Bali View) harus ke arah pondok Indah atau Pondok Pinang .. lha jauh bener, ternyata yang dekat sekolahnya aja .. dan kalo les di mall biaya xtranya juga banyak, belum standar biaya kursus nya juga lebih tinggi karena faktor sewa tempat. So, kalo mikirnya kayak begitu, betapa beruntungnya tinggal di Pamulang, ada EF, Purwacaraka, ada Petrof, Kumon, Balet, Aikido .. dll cuma lima menit ngojek atau nyupir dari rumah ke lokasi, dan harga kursus nya juga lebih murah. Mau les renang juga ada di perumahan. Jadi selama tinggal di Pamulang sebaiknya manfaatkan dengan baik kursus2 ini .. Emang sekolahnya aja yang jauh mesti ke Cirendeu, 45 menit kalo berangkat dan 30 menit kalo pulang (kondisi tahun 2011) .. tapi bisa kursus nya dekat dekat dekat.

Memang kalo dipikir pikir, sekarang macet emang menggila dimana mana. .. Belum lagi kendaraan umum seperti kereta api, busway, dll juga bukan dibikin tambah nyaman tapi malah suka gak bener. Jadi teringat dulu, Memilih Pamulang karena dua alasan utama. Yaitu punya dana terbatas tapi mau tanah yang luas dan cari lokasi yang tengah tengah antara jalan tol BSD dan Ciputat. Supaya kalo mau kerja ke jakarta bisa lewat tol.

Ternyata setelah tinggal disini selain bonus macet, ternyata ada bonus positif yang tak diuga, misalnya ada mesjid besar (in progress), banyak pilihan sekolah mau al zahra, al azhar, hanifa, yang agak dekat atau yang agak jauh kharisma bangsa, al fath atau MP, atau School of Universe. Pilihan kursus, ada renang dalam perumahan, ada musik, EF, balet, Kumon dll 5 sd 10 menitan by angkot and ojek. Masih bisa maen sepeda sepeda an dan joging, masih bisa langganan ojek, masih dekat pasar tradisional yang bisa dicapai sambil olahraga pagi, dan yang gak aku duga ternyata kita juga lumayan dekat ke stasiun KA Sudimara (dari perumahan pake motor ojek ada jalan pintasnya) jadi gampang kalo mau ke tanah abang .. terus disini kan nempel sama rumah penduduk (lha kita emang apaan..) jadi kalo cari mbak, supir, cari tukang pijit, dll agak mudah, depan rumah ada pom bensin, yang ada ATM nya, kalo mau ke bengkel juga dekat. Ada mall even sederhana namanya Pamulang Square .. yang ada Hypermart Giant (cukuplah yang sederhana, kalo model PIM pindah ke sini yang ada biaya hidup makin tinggi dan godaan makin besoarrr kagak bisa nabung). Ada universitas (kali aja nanti mau ngajar disini), namanya Universitas Pamulang. Ada dua rumah sakit besar mengapit di depan perumahan.

Terus sebagai tetangganya BSD dan Bintaro kita bisa ikutan macem macem macem kursus dengan jarak lumayan terjangkau, misalnya TBI (biaya kursus TBI kuningan dengan kursus Serpong bedalo..), Bogasari Cooking Class atau Brevet Pajak di STAN. Aku lagi menunggu nunggu kursus CCF juga buka di dua area itu. atau kursus bahasa arab yangbagus buka di Ciputat. Nah sebagai tetangganya CIputat, selain jadi tempat kerja mz, juga ada tempat tempat ngaji yang bagus dengan pengajar profesor2 dari UIN. Kalo sebabai tetangganya Pondok Cabe, ada ayam bakar Bu Tjondro he..he.. (abis belum bisa naek pesawat terbang dari sini) ..

Hal negatifnya. Paling kalo ditanya orang, tinggal dimana ? pamulang. Gile jauh bener ..Padahal yang ngomong rumahnya di Cikarang, jauhan ente kali (kalo dari Pondok Indah maksudnya he..he...). Atau kalau ada orang mau datang, kita kasih taunya agak ribet, dan kasih dua alternatif,mau dari ciputat atau dari exit tol BSD Pamulang. Terus di pinggir jalan agak kurang rapi. Ya tipikal banyak pengusaha kecil lah. Masak mau dikuasai alfa, indomaret, giant dll semua supaya biar rapi. Atau kalo spesifik diperumahan ku karena jalan utamanya besar dan mulus, suka dijadikan ajang trek trek an kalo malam minggu, atau tempat ngabuburit. Sampe harus dijaga polisi, terus ada pasar kaget tiap minggu yang sebetulnya tidak terlalu menganggu aku, tapi mengganggu untuk cluster yang lain. Terus kalo pas ada acara khusus di walikota, jadi suka super macet di bunderan polsek karena jalanan jadi tempat parkir, tapi jarang sih. Terus masih belum ada kantor pemadam kebakaran yang terdekat. Paling dekat lebak bulus (itu mah jauh ya..) Secara pernah tinggal di Montreal yang kalo bau asep dikit aja, sirine bunyi dan 5 pemadam langsung datang.

Nah sekarang setelah 5 tahun, apakah pilihan Pamulang masih relevan dengan tujuan utama ?? Alhamdulillah, luas tanahnya sebetulnya gede banget enggak juga - relatif lah .. tapi rumah kita dirancang untuk punya halaman depan dan halaman belakang yang lumayan dan tinggi ruang yang lumayan. Jadi gak sumpek. Konsekwensi nya memang harus ditingkat, tapi memang kebetulan deretan ku memang harus ditingkat. Dengan ditingkat, kamar kamar jadi bisa agak besar. Bahkan ada yang pernah bilang, gile lo punya kamar mandi sama gedenya sama kamar gue ..maaf ya, namanya juga kita tinggal di pamulang he..he.. Kualitas lega seperti ini agak susah didapatkan kalo kita menukar rumah kita sekarang ke tempat yang disebutkan tadi pada saat ini. karena hanya akan dapat setengahnya. Untuk downgrade kualitas kelegaan yang sudah kita dapatkan saat ini, tentu bukan hal yang mudah. Jadi poin pertama masih relevan. Nah poin kedua, Pamulang masih lebih dekat ke Ciputat dari ke Serpong (helllooo ya iyalah he..he..) jadi urusan kerja mz masih aman, nah gimana dengan aku .. Alhamdulillah, aku baru dapat kerja di depan perumahan... Ada teman yang bilang, Pamulang seperti ditakdirkan menjadi tempato banget he..he.. Alhamdulillah .. Jadi nikmat mana lagi kah yang kamu dustakan. Terimakasih ya Allah.


Jadi apa masih mau keluar dari Pamulang? masih mungkin, nanti kalo anak anak sudah pada besar besar .. kita mungkin .. mungkin lo.. mau cari tempat yang dekat pengajian yang bagus, yang adem, tenang .. dekat tempat ngajar, dekat dengan tetangga ..dimanakah itu ... ooo belum tau .. masih tahap terus berimajinasi dan terus berusaha : D Pilihan tempat tinggal orang memang tergantung dari berbagai aspek. Tidak stagnan, tapi bisa berubah seiring waktu. Pindah juga gak papa. Teteap juga gak papa. Tapi kadang ada juga orang yang tetap bertahan disuatu tempat karena berbagai alasan. Dan semoga karena tempat itu memberikan rasa nyaman di dalam hati yang tidak dapat ditukar dengan apapun. Akankah kita makin lama makin merasakan itu ? Doa kami, semoga Pamulang dsk semakin lama semakin tertib, bersih, aman, dan nyaman dan macet nya dikurangi. Amin YRA




|


October 24, 2011

Raisa Belajar IQRO





Sudah dua minggu ini di kelompok bermain Avicenna Pamulang diadakan eksul IQRO, yaitu pengenalan kepada anak anak play group ini huruf huruf hijaiyah. Awalnya sempat ragu, apa gak kecepetan ya belajar kayak gini buat anak umur 3 tahun. Tapi aku tetap daftrakan. Aku yakin, model Raisa gak bakal mau juga kalo dipaksa, dan yakin juga KB Avicenna pasti mengajarkannya dengan cara yang menyenangkan, kan audience nya anak anak imut imut semua. Pertimbangan lain, jumlah hari Raisa ke sekolah jadi bertambah, yang biasanya Senin Rabu Jumat, jadi tambah di hari Selasa jam 10 untuk Iqro aja. Sementara untuk hari Rabu, dia akan pulang lebih lambat jadi jam 11, karena Iqro diadakan hari Selasa dan Rabu jam 10-11. Itung itung latihan mau TK.


Awal awal ngaji, dia masih lupa lupa. Tapi sudah keliatan semangat sekalipun metodenya kayak masih hafalan .. jadi dia sudah bisa menyebutkan huruf (belum bisa menunjukkan huruf nya yang mana) dari alif sampai tho, dzo .. terus ai love you .. kaf mim nun ... lho kok ...ada i love you nya segala ... ya i love you too raisa .. he..he... Kalo maghrib mau minta ngaji. Dampak positifnya dia jadi mau sholat, kalo dulu kan dia selalu bilang, aku sudah sholat kok, padahal belum, kalo sekarang mulai mau sholat, walaupun gak mau pakai mukena. Dan akhirnya sekarang mau pakai mukena, dan nagih ngaji sesudahnya. Nah masalahnya tiap selasa habis ngaji buku Iqro nya di tinggal disekolah, supaya hari Rabu gak ketinggalan. Nah waktu selasa malam dia mau ngaji bukunya gak ada, dia kesel banget sampe nangis. Dan dia belum percaya, kalo buku Iqro nya kakak itu isinya sama dengan punya dia ..oh .. hebatnya anak mama yang rajin ..

Nah karena baru dua minggu ikut dan rajin diulang di rumah, dia udah mulai mahir, dan keluar deh becanda bencanda nya. Kadang baca nya suka di kecilin suaranya, kadang besar banget. sekarang Raisa malah udah bisa main tebak tebakan huruf hijaiyah. Dia udah sampai huruf ha. Jadi kita acak huruf nya dan minta dia tebak. Dan selalu betul, sampai nantangin, hayo apa lagi ... atau kadang kebalik, dia yang kasih tebakan ke kita dan kalo kita tes dengan menyebut huruf yang salah, sudah ketahuan sama Raisa ... he..he.. Alhamdulillah. Terus dia minta tambah bacaannya, jadi aku baca halaman berikutnya yang belum dipelajari disekolah.. Terus dia bacanya ja - ha - gak tau, ba - a - tsa - gak tau ...he..he.. Proud of you Raisa tetap semangat ya nak

|


About Us



Free Image Hosting Free Image Hosting Free Image Hosting Free Image Hosting
We are Zuhdi-Nining family:
Papa Zuhdi, Mama Nining, Kakak Izza and 'dik Raisa.
We live in Vila Dago - Pamulang


Lilypie Kids birthday Ticker
Lilypie Fourth Birthday tickers
Daisypath Anniversary tickers





Shout Box

Free Image Hosting


OUR TRIPS

Mont Royal Park (all year!)
Niagara Falls (Dec02)
Mont St-Gregoire, Sugar Sack (May03)
Montmorency Falls (June04)
Quebec City (June04)
Ottawa (July04)
Mont Saint Hilaire, Apple Pick (Sep04)
Mont Tremblant (Oct04)
Chicago (Oct04)
Tulip Festival, Ottawa (May05)
Upper Canada Village, Ontario (May05)
Singapore (May - June 2005)
New York (May 2005)
New York City (Aug 06)
Sukabumi (Apr 07)
Ciwidey, Kawah Putih, Situ Patengan, Skbumi (Oct 07)
Papua (March '09)
Seoul. Korea (Aug '09)
Lembang - Bandung (Des '09)


Montreal City Events

Old Montreal - Old Port
Saint Joseph's Oratory
Carrefour Laval
Fete des Neiges (Feb)
Montreal Highlight Festival (Feb)
Butterflies Go Free (March-Apr)
St Patrick Parade (mid March)
Musemum Day (June 1)
Saint Laurent Street Festival (Summer)
Grand Prix F1, Fire Works, Montreal Jazz Festival, Canada Day Parade, International Film Festival (June-July)
La Ferme Angringnon (Summer)
La Fete des Enfants (Aug)
Le Defile du Pere Noel (Nov)
Boxing Day (Dec 26)


Jabodetabek's Interesting Places

Mesjid Kubah Emas - Depok (Mar 07)
The Jungle - Bogor (Dec '07)
Taman Bunga Nusantara- Puncak (Jun '09)
SKI Katulampa - Bogor (sept '09)
Snow Bay - TMII (Jan '10)
Taman Kota 1 & Ocean park at BSD (March '10)
Dunia Fantasi - Ancol (Apr '10)
Sea World, Gelanggang Samudra, Gondola - Ancol (Feb '10)
Fountain Show at Grand Indonesia & TamanMenteng (May '10)


Archives

March 2004
April 2004
May 2004
June 2004
July 2004
August 2004
September 2004
October 2004
November 2004
December 2004
January 2005
February 2005
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
April 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
March 2009
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
September 2009
October 2009
November 2009
December 2009
January 2010
February 2010
March 2010
April 2010
May 2010
June 2010
July 2010
September 2010
October 2010
November 2010
December 2010
January 2011
February 2011
May 2011
June 2011
July 2011
August 2011
September 2011
October 2011
January 2012
February 2012

Credits

Image hosted by Photobucket.com

MyShoutbox.com - Free Shoutbox!

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

Image Hosting

Image hosted by Photobucket.com


Maystar

BlogFam Community